Uluran untuk Asmat, Papua.

 charity, House
banner 468x60

Uluran untuk saudara kita di Asmat, Papua.

Misi kemanusiaan sangat dibutuhkan untuk mengatasi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk yang terjadi saat ini di kabupaten Asmat, Papua. Mari berbagi dan ulurkan tangan kasih anda melalui gerakan solidaritas bersama FMKI KAJ-PP ISKA-PP PMKRI-Pemuda Katolik-PPKA PUKAT KAJ..

http://www.hidupkatolik.com/…/17…/gerakan-solidaritas-asmat/

*Gerakan Solidaritas Asmat*

Saudara-Saudari terkasih,

FMKI KAJ, PP ISKA, PP PMKRI, Pemuda Katolik bersama dengan PPKA (Panitia Peduli Keuskupan Agats) PUKAT KAJ mengetuk pintu hati saudara/i terkasih untuk bersama-sama mengulurkan bantuan kepada saudara/i kita yang sedang mengalami Kondisi Luar Biasa (KLB) Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten Asmat, Papua.

Saat ini KLB Campak dan Gizi Buruk di beberapa distrik, telah menyebabkan 63 anak meninggal, 171 rawat inap, dan 393 sedang dirawat jalan. Kondisi ini diperparah dengan akses ke desa-desa tempat terjadinya KLB di Agats yang sulit terjangkau. Tanpa keterlibatan semua pihak, kondisi dikhawatirkan akan semakin parah.

Oleh karena itu FMKI KAJ, PP ISKA, PP PMKRI, Pemuda Katolik dan PPKA (Panitia Peduli Keuskupan Agats) PUKAT KAJ mengajak saudara/i sekalian berdonasi demi meringankan beban penderitaan saudara/i kita di wilayah tersebut. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Keuskupan Agats untuk disalurkan langsung kepada wilayah-wilayah yang memerlukan bantuan.

Donasi dapat dikirim ke Rekening Aksi Solidaritas Agats, sbb:

Bank Central Asia Wisma Slipi
No. Rek.: 0840-509-800
Atas nama: Forum Masyarakat Katolik Indonesia KAJ

Untuk memudahkan identifikasi, mohon digit terakhir donasi yang dikirim adalah angka 9. Contoh: Rp. 100.009.

Kami sangat menghargai kesediaan saudara/i yang berkenan meneruskan ajakan ini dan berdonasi bersama untuk saudara/i kita di Kab. Asmat, Papua.

Hormat kami
FMKI KAJ-PP ISKA-PP PMKRI-Pemuda Katolik-PPKA PUKAT KAJ

Tuhan memberkati.

Narahubung:
Yulius Setiarto 085200300888

banner 468x60

Author: 

One Response

  1. albert01/29/2018 at 6:11 amReply

    Ini dapat postingan dari teman……tolong dibaca ya walau agak panjang.
    Bagi yg bersedia membantu silahkan ya.

    Teman2…karena saya sdh pernah ke Asmat Oktober 2017 kemarin…jadi sedikit banyak tahu medan dan kondisi disana…terutama bagaimana profil dan karya Gereja Katolik Keuskupan Asmat.. Kebetulan saya sempat interview dengan video para rohaniwan (pastor, suster, bruder) yang saya temui disana.
    Jadi saya mau sampaikan beberapa hal :

    1. Kondisi kesehatan di Asmat tanpa wabahpun memang meyedihkan.. karena kampung2nya tersebar..dan transportasi satu2nya hanya dengan boat…tdk selalu ada puskesmas di tiap kampung. Adapun belum tentu ada petugas kesehatannya…boro2 dokter….kalo mereka sakit ya mesti naik boat minimal 2-3 jam itu yang terdekat dan bisa sampai 6 jam juga dan boat perlu disewa dan perlu BBM..itu yang biayanya mahal sekali. Minimal habis 2-3 juta.

    2. Sekitar 60% dari penduduk Asmat adalah Katolik (sekitar 60.000.umat). Keuskupan Agats dengan Bapa Uskupnya dan para pastor2, suster2, bruder2 (ada 1 bruder yang juga dokter disana) terjun langsung melayani umat disana. Mereka sungguh luar biasa….Sebab perlu keberanian utk naik boat disana .. ada resiko maut juga (ada suster yg meninggal di laut tahun lalu), perlu pengorbanan karena fasilitas hidup yang minim.. termasuk komunikasi tdk ada sinyal sama sekali kalo di daerah. Sedang dari segi dana bisa dibayangkan berapa kolekte yg diperoleh….Sy liat sendiri di paroki Atsj yang lumayan kondisinya saja..uang kolekte kebanyakan hanya pecahan 2.000 an. Maka bisa dibayangkan bagaimana mereka kesulitan.. dengan biaya operasional rutin untuk transportasi para pastor, untuk sekolah2 Katolik dan asramanya disana…dan lain lain.

    3. Awal mula diketahui ada wabah ini juga dari Bapa Uskup yang berkunjung ke kampung2 pedalaman….ketika Natal kemarin.. Jadi memang Gereja hadir disana (lihat video di bawah ini). Dua – tiga tahun lalu juga Gereja pernah menangani kasus wabah kusta di beberapa kampung sampai akhirnya sekarang mulai ditangani.

    4. Dengan adanya wabah ini, Keuskupan juga terjun sendiri membantu dengan fokus di dua paroki pedalaman yang paling parah terkena wabah. Meskipun barang bantuan banyak masuk tapi yang tidak banyak disadari orang ya itu biaya transportasi utk membagikan bantuan itu.. Tentu saja Keuskupan perlu dukungan dana, utk itu saya ingin menggugah teman2 utk ikut membantu apa yang kita bisa.. transfer saja ke rekening di bawah ini :

    BANK BRI UNIT ASMAT CABANG TIMIKA
    ATAS NAMA KARITAS KEUSKUPAN AGATS,
    NO. REK 4977.01.016573.53.3

    Rekening ini saya dapat langsung dr WA Bapa Uskup Asmat Mgr Aloysius Murwito, jadi langsung bisa digunakan oleh mereka.

    5. Tanpa ada wabah, masih banyak bantuan yang dibutuhkan Keuskupan Asmat dalam melayani umat dan mendampingi orang Asmat dalam perkembangan jaman yang tidak bisa dibendung supaya orang Asmat tidak terpinggirkan oleh para pendatang. Untuk itu bidang pendidikan juga perlu mendapat perhatian.. Jadi percayalah…. bantuan anda tidak akan percuma.. tidak hanya dibutuhkan pada saat wabah ini saja.

    terimakasih.
    wiwik kriswianti.

Tinggalkan Balasan