MAKNA KEBANGKITAN YESUS (Bag-3)

 Renungan, Uncategorized
banner 468x60

MAKNA KEBANGKITAN YESUS (BAGIAN-3)

Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaanNya? (Lukas 24:46 )

Kali ini Yesus menampakkan diri kepada dua orang murid (=pengikut Yesus) dalam perjalanan menuju ke sebuah kampung yang bernama Emaus.

Yesus hendak memberitakan diriNya telah bangkit kepada dua orang murid yang sedang galau dan kecewa menerima kenyataan bahwa Yesus di salib.

Tetapi sebelumnya yang Yesus lakukan adalah menanyakan dan mendengarkan keluhan (ayat 17-20) dan sekaligus pengharapan kedua murid tersebut.

Lukas 24:21a
Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.

Cara pendekatan yang Yesus lakukan ini menjadi model evangelisasi pribadi dan konseling pribadi.

Dalam hal konseling maupun menasehati dengan memberitakan kebenaran Firman Tuhan, langkah pertama yang dilakukan adalah menunjukan sikap empati ketika mendengarkan keluhan mereka yang bisa berjam-jam lamanya tetapi dari situ kita akan mengetahui pengharapan dan kebutuhan mereka inginkan.

Yesus dengan sabar menuntun kedua murid ini hingga akhirnya mereka sadar dan semangat mereka berkobar kembali.

Lukas 24:32
Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”

Memang tidak mudah memberitakan kabar sukacita Injil kepada orang yang sedang tenggelam dalam masalah hidupnya sebab memerlukan kesabaran agar dapat menyentuh hatinya.

Darisini kita bisa memetik pelajaran berharga tentang bagaimana caranya membangkitkan semangat kita agar iman dan roh kita menyala-nyala di tengah masalah hidup.

Pertama
Benahi pengharapan iman kita kepada Yesus Kristus

Berharaplah selalu kepada Tuhan namun perlu diperhatikan bahwa pengharapan kita hendaknya bukan untuk memuaskan keinginan hawa nafsu kedagingan kita.

Mazmur 42:6
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya, penolongku dan Allahku!

Banyak orang berhenti berharap kepada Tuhan karena tidak sabar menunggu jawaban Tuhan dan mudah berpaling kepada hal-hal instan sekiranya dapat memenuhi harapannya dengan segera.

Iman berperanan sangat penting agar pengharapan menjadi kenyataan karena percaya dan yakin kepada Tuhan akan memenuhi pengharapannya.

Pengharapan yang salah menunjukkan ketidak-mampuan memahami janji-janji Tuhan karena kurang mendalami makna terdalam dari Firman Tuhan.

Kedua murid tersebut pengharapannya kepada Yesus berdasarkan keinginan pribadi dan gagal memahami nubuat para nabi tentang Mesias.

banner 468x60

Author: 

No Responses

Tinggalkan Balasan