MAKNA KEBANGKITAN YESUS (Bag-3)

 Renungan, Uncategorized
banner 468x60

Lukas 24:29-31
Tetapi mereka sangat mendesak Yesus, katanya: “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia.

Banyak kesaksian terjadi pnyembuhan, pemulihan, dan mukjizat lainnya di saat perjamuan ekaristi di gereja katolik.

Demikian juga pada saat kontemplasi dimana kita secara pribadi mengalami perjumpaan dengan Yesus Kristus di dalam roh kita.

Bagi anda yang mengalami Hadirat Tuhan dan Urapan Tuhan dapat dipastikan anda mengalami sukacita Ilahi dan merasakan jamahan kasihNya sehingga anda betah dan menginginkan selamanya.

Tidak heran bila Petrus ingin membangun kemah buat Yesus karena merasakan betapa nikmatnya dalam kebersamaan bersama Yesus.

Matius 17:4
Kata Petrus kepada Yesus: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”

Daud juga mengungkapkan perasaan sukacita Ilahi yang dirasakannya saat bersama dengan Allah.

Mazmur 84:11
Sebab lebih baik satu hari di pelataranMu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

Bagaimana dengan kita?

Orang yang dekat dengan Tuhan dapat dipastikan semangatnya bergelora dan mulutnya memuji-muji Tuhan serta akan memberitakan betapa baiknya Tuhan.

Mazmur 71:8
Mulutku penuh dengan puji-pujian kepadaMu, dengan penghormatan kepadaMu sepanjang hari.

JADI,

Dari pengalaman kedua murid yang pulang kampung ke Emaus dan berjumpa dengan Yesus yang menampakkan diri untuk menunjukkan kebangkitan diriNya.

Maka kita dapat menemukan makna kebangkitan Yesus berikutnya yaitu kita harus bangkit dari kekecewaan karena pengharapan kita tidak terpenuhi.

Selain itu kita juga hendaknya bangkit dari keterpurukan dengan semangat menyala dan keyakinan penuh kepada Tuhan.

Roma 12:11-12
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

Salam Kasih,
Surya Darma
sumber : renunganpdkk.blogspot.co.id

Rabu, 4 April 2018

KISAH 3:1-10
MAZMUR 105:1-9
LUKAS 24:13-35

banner 468x60

Author: 

No Responses

Tinggalkan Balasan