MAKNA KEBANGKITAN YESUS (Bag-4)

 Renungan
banner 468x60

MAKNA KEBANGKITAN YESUS (BAGIAN-4)

Kata Yesus kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam namaNya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini. (Lukas 24:46-48 )

Berita tentang Kebangkitan Yesus di satu sisi menggembirakan namun di sisi lain menimbulkan keraguan diantara murid2 dan pengikut Yesus.

Lukas 24:38
Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?”

Meski Yesus memberikan bukti diriNya sudah bangkit dari mati di salib namun murid-murid Yesus masih ragu2 dan tidak percaya (ayat 39-42) dan hingga akhirnya Yesus membuka pikiran mereka (ayat 45)

Yah, kita manusia cenderung andalkan logika dan bukti yang dapat dilihat untuk mempercayai sesuatu mukjizat.

Bahkan seringkali meski sudah ada bukti nyata yang dilihatnya namun masih saja ragu-ragu dan mencurigai; jangan-jangan ini rekayasa alias dibuat-buat.

Tanyakan pada diri anda sendiri bila suatu kali mendengar berita mukjizat dan respon anda pertamakali apakah ragu2 dengan berkata : ya, mungkin saja benar terjadi tapi saya baru percaya setelah melihat sendiri atau mengalami peristiwa mukjizat tersebut.

Ada juga yang bebal atau setidaknya mengeraskan hati dan mengatakan tidak percaya meski sudah melihat buktinya.

Biasanya orang ini ada motivasi tertentu di balik ketidak-percayaannya atau bisa saja sebelumnya ia punya pengalaman buruk mempercayai suatu mukjizat atau bisa juga ada luka batin di masa lalunya.

Imam-imam kepala, tua-tua Yahudi, dan juga para ahli Taurat dan orang2 Farisi adalah kelompok yang tidak percaya pada segala sesuatu yang terjadi pada Yesus.

Bahkan imam-imam kepala merekayasa suatu berita hoax/kebohongan agar jangan sampai berita kebangkitan Yesus ini tersebar luas dan dipercayai oleh masyarakat Yahudi (Matius 28:11-16).

Dari bacaan Injil hari ini ada satu hal yang perlu mendapat perhatian bahwa :
kita tidak dapat mengandalkan logika dan bukti tetapi peranan keyakinan iman sangat menentukan untuk mempercayai suatu mukjizat.

Penyebab utama iman seseorang tidak bertumbuh adalah bersikukuh pada logika dan prinsip pemikiran diri sendiri.

Lihatlah orang Farisi, ahli Taurat bersikukuh pada pendapatnya sendiri bahwa Yesus bukanlah Mesias.

Sedangkan imam kepala dan tua-tua Yahudi bersikukuh bahwa Yesus adalah penista atau penghujat Allah.

Mereka berpegang pada pendapat sendiri sehingga meskipun melihat sendiri betapa dashyat mukjizat Yesus lakukan dan banyak tanda-tanda sesuai nubuat para nabi terlihat jelas pada diri Yesus.

Bagaimana dengan anda?

Apakah masih ragu dan bimbang untuk mempercayakan seluruh hidup anda pada Tuhan Allah, terutama di saat situasi dan keadaan hidup anda tengah berada di pusaran kesulitan hidup dan doa-doa anda serta harapan anda belum dijawab Tuhan Allah?

Ujilah iman kita masing-masing pada saat hidup kita mengalami keadaan hidup serba kekurangan dan keseharian hidup kita begitu menyesakkan yang membuat kita murung, sedih, putus-asa, dan tidak tahan lagi hidup menderita setiap hari.

Kita bisa bayangkan bagaimana situasi yang dihadapi para murid Yesus saat itu.
Ada begitu banyak tekanan, ketakutan, dan keraguan; apakah benar mereka mempercayai Yesus adalah keputusan terbaik yang mereka lakukan?

Realitanya Yesus mati di salib dan tidak melawan sedikitpun padahal sering Yesus mengatakan diriNya adalah Anak Allah, diutus Bapa, dan melakukan perbuatan mukjizat spektakuler.

Apa yang dialami para murid Yesus, juga kita alami; apakah sudah betul percaya kepada Yesus, tetapi mengapa hidupku menderita dan dimanakah Yesus ketika aku mengandalkan DIA untuk menolong diriku?

Kebangkitan Yesus adalah jawaban dari semua keraguan para murid Yesus dan demikian hendaknya kita umat kristiani.

banner 468x60

Author: 

No Responses

Tinggalkan Balasan