BERSEDIAKAH MENJADI SAKSI KRISTUS?

 Renungan
banner 468x60

BERSEDIAKAH MENJADI SAKSI KRISTUS?

Kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia. (Kisah 5:32 )

Para Rasul setelah diurapi Roh Kudus pada hari Pentakosta bersemangat memberitakan Yesus telah bangkit dan Yesus adalah Mesias, Juruselamat.

Dampaknya sangat luarbiasa, mereka tidak takut kehilangan nyawa demi membawa banyak orang agar percaya kepada Yesus dan diselamatkan.

Kesaksian hidup para Rasul menjadi model dan diteruskan oleh pengikutnya menjadi saksi Kristus yang rela dan siap menanggung derita aniaya hingga nyawa sekalipun mereka korbankan.

Darisini kita bisa memetik pelajaran penting bahwa menjadi saksi Kristus didorong oleh kesadaran bahwa dirinya telah menerima Anugerah Kasih telah diselamatkan oleh Yesus Kristus.

JADILAH SAKSI KRISTUS !!!

Seharusnya setiap umat kristiani mau menjadi saksi Kristus agar dunia yang gelap ini (di mata orang dunia justru dunia ini gemerlap) menjadi terang oleh perbuatan kasih.

Lihatlah di sekelilingmu, banyak sekali orang-orang terkecoh, terkesima oleh kesenangan dan kenikmatan dunia yang disangkanya inilah kebahagiaan hidup.

Amsal 16:25
Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Padahal kebahagiaan sejati yang kekal bukanlah di dunia ini melainkan di surga dan untuk sampai ke surga, tidak ada jalan lain selain mengikuti Yesus, Jalan Keselamatan dan kehidupan kekal.

Yohanes 3:36
Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.

Di jaman sekarang ini, menjadi saksi Kristus bisa berbagai macam cara dan tidak hanya menjadi pengInjil yang mewartakan di mimbar tetapi bisa juga melalui perbuatan baik kepada sesama.

Mulailah di keluarga, sanak-family, di lingkungan/wilayah disekitar kita, di komunitas, di tengah masyarakat.

Jangan hanya slogan dan jargon saja : kasihilah sesamamu, tetapi berbuat kebaikan memilih-milih hanya kepada orang yang baik kepadamu sedangkan orang yang tidak baik kepadamu atau yang tidak engkau kenal, engkau tidak mau menolong bahkan menghakimi.

Kita kudu harus berbuat baik kepada siapa saja yang membutuhkan bantuan dan pertolongan kita, tanpa pamrih dan tanpa mempertanyakan, apakah pantas atau tidak layak orang itu ditolong.

Dunia sedang sekarat, lambat atau cepat akan segera berakhir, setelah tiba saat kedatangan Yesus keduakali di dunia.

banner 468x60

Author: 

No Responses

Tinggalkan Balasan